Binatang juga pengen mudik lebaran
22.46
Oke, gue nggak beneran ngobrol atau wawancara dengan para binatang yang dibawa jauh dari kampung halamannya. Tapi gue paham perasaan binatang yang jauh dari kampung halaman. Sebenarnya mudik, yang dilakukan manusia itu sebuah naluri, naluri kangen suasana tempat mereka dibesarkan. Dan binatang.. binatang punya naluri. Pernah denger istilah 'naluri binatang'? Bukan naluri binatang yang sering lo baca dan denger di berita-berita kriminal ya... binatang lebih berperikemanusiaan daripada itu. Ya, contohnya naluri pengen mudik... at least waktu lebaran lah ya.
Gue pribadi, menentang ide memindahkan binatang liar dari alam asalnya ke tempat lain dengan tujuan yang tidak menguntungkan binatang itu sendiri. Contoh: mau ditaruh di kebun binatang, buat peliharaan, buat penelitian, diburu, dan lain sebagainya.
Masih inget berita tentang kuda nil yang jatuh dari trailer karena berontak, stress ditampung dalam trailer sempit selama berhari-hari untuk menuju kebun binatang di China setelah sebelumnya melakukan perjalanan antar benua yang melelahkan. Kalo itu bukan kuda nil, itu gue, yang harus melakukan perjalanan ke China atau Inggris buat menuntut ilmu atau kerja dengan gaji lumayan dan kekebasan untuk berlibur dan bersosialisasi disana, gue bakal senang hati! Belum lagi ilmu dan pengalaman yang bisa gue ceritakan dan bagikan ke orang-orang setelah gue balik kampung nantinya. Nah, kalo kuda nil? Boro-boro digaji, dikasih hari libur dan bisa balik ke sungai nil setahun sekali buat ketemu temen-temen kampungnya dan sungkem sama tetua juga enggak, dikasih makanan yang cukup dan perawatan aja masih dipertanyakan, masih inget dengan kasus kebun binatang Surabaya? Berapa banyak binatang yang harus meregang nyawa karena pengelolaan KB yang buruk? Kalo udah kayak gini, kuda nil mau curhat ke mana? Masih mending kalo di kandang dia ada temen sesama kuda nil, nah kalo sendirian? forever alone? Mungkin masih bisa curhat sama semut yang lewat atau rumput yang bergoyang.
Kedua, ngambil binatang liar buat jadi peliharaan. Kalo lo emang niat pelihara hewan, please peliharalah hewan yang benar-benar membutuhkan peliharaan. Dalam arti, dia kesulitan hidup sendiri. Misal lo peliharalah kucing kampung, biar dia terawat dan ada yang kasih makan. Jangan pelihara kucing hutan. Jangan alesan lo pelihara kucing hutan karena habitatnya udah rusak dan ga ada makanan di hutan, kalo habitatnya rusak, salah siapa? Kita manusia kan? Lebih baik kita cegah kerusakan hutan dari sekarang daripada hutan udah rusak baru lo semangat 45 ngotot mau pelihara kucing hutan yang ditawarin orang dari pasar gelap.
Ketiga, penelitian. Oke, penelitian biasanya dilakukkan untuk perkembangan ilmu pengetahuan, terutama sih demi kepentingan manusia. Kalo orang yang cinta hewan, mereka nggak akan mengambil hewan untuk diteliti, tapi mereka akan mengamati hewan tersebut dialam liarnya dan menelitinya dari itu.
Ada pro pasti ada kontra dan gue nggak mau tutup kuping dan melihat hanya dengan satu sudut pandang aja. Keberadaan kebun binatang ada manfaatnya juga, terutama bagi anak-anak. Kebun binatang membantu anak-anak mengetahui berbagai macam satwa. Udah itu aja sih menurut gue. Foto-foto/ interaksi? naik gajah? Foto sama orangutan atau harimau? Menurut gue itu bukan manfaat tapi abuse buat hewan-hewan itu, dijadikan sarana cari duit aja, ah bahkan mereka mungkin nggak tahu mereka sedang diperalat... atau sebenarnya mereka tahu? Ohya satu lagi, orang yang memelihara, dengan catatan dia bukan psyco, biasanya akan menyayangi dan merawat hewan peliharaannya dengan baik, ini lebih baik daripada hewan yang ditaroh di kebun binatang.
So guys, gimana menurut kalian, kalian juga menentang ide memindahkan binatang dari tempat asalnya atau kalian punya pemikiran lain? Tinggalkan komentar dan mari kita berdiskusi

0 komentar
Can't resist the urge to talk to me? Leave your love letters here... I am kidding :P, but seriously, I want to get in touch with you, so... leave your humble comments here, guys